Rabu, 07 Agustus 2013

Pangkalan Bun 8 Agustus 2013

Selamat pagi diary....
Diary pagi ini aku akan bercerita tentang kegiatanku pada tanggal 7 agustus 2013...
Jujur ya aku sedih banget karena malam hari raya idul fitri aku tak bersama kekasihku, karena ada sesuatu hal yang tak bisa aku hindari....
Tapi aku  bersyukur dia sangat mengerti kondisiku pada saat itu...
Met hari raya idul fitri sayang mohon maaf lahir dan batin....
Aku sayang banget sama kamu sayang, I love Uu...

Ok lanjut yaa...
Diary malam ini aku menonton sebuah film yang diambil dari kisah nyata...
Jujur aku sangat terharu dan menangis saat menonton filim tersebut, aku enggak perduli mau dibilang cengeng atau apa.... Tapi film ini sangat-sangat menyentuh dihatiku, aku akan sedikit bercerita tentang film yang aku saksikan.....

Film ini diambil dari kisah nyata, yang menceritakan tentang romansa sepasang kekasih yang mengidap penyakit berbahaya. 
Cerita bermula ketika seorang gadis yang bernama Indi, yang mengidap skoliosis (kelainan tulang belakang), harus selalu mengenakan pada besi penyangga. Aktivitasnya pun semakin terbatas. Bahkan tidak lagi diizinkan untuk ikut kegiatan olah raga. Indi pun semakin jadi pendiam.
Semuanya berubah ketika ia bertemu dengan seseorang pria yang bernama Mika. Binar-binar semangat dalam diri Indi tumbuh. Ia jadi lebih berani untuk berjuang menjalani skoliosisnya. Mika, seseorang cuek yang optimis memandang hidup ini, sukses bikin Indi kembali ceria. Padahal, Mika sendiri mengidap penyakit HIV AIDS.
Indi menutupi hubungannya dengan Mika dari ibunya, karena dia tahu ibunya tidak suka pada Mika yang jauh lebih tua dan mempunyai tato. Ketika hubungan mereka semakin dekat, Mika mengungkapkan satu rahasia tentang dirinya: ia mengidap penyakit AIDS.
Masalah mulai muncul ketika Mika semakin lemah dan masa lalunya terungkap. Orang tua dan teman-teman Indi mulai mengetahui masa lalu Mika. Tapi, mereka tidak tahu hal-hal yang telah dilakukan Mika untuk Indi adalah hal yang positif dan membantu Indi untuk kembali menjadi gadis periang dan berani untuk melawan penyakitnya. Mika mundur dan meninggalkan Indi. Mika tahu waktunya telah dekat dan tidak mau Indi nanti merasa lebih sakit. Di balik kesedihan Indi setelah ditinggal Mika, dia tahu bahwa Mika justru membuatnya semakin hidup dan berusaha untuk mengalahkan kondisi kesehatannya.

Hari demi hari penyakit Mika semakin parah, sedangkan kondisi Indi semakin lebih baik, Indi tahu bahwa ini semua karena dorongan penyemangat dari Mika....
Setelah lulus sekolah SMA Indi melanjutkan kuliah, Indi selalu mengirimkan surat kepada Mika tentang apa yang dia kerjakan sehari-hari.
Pada suatu hari Ibu Mika memanggil Indi melalui handphone, Ibu Mika meminta agar Indi bisa menjenguk Mika yang kondisi penyakitnya semakin parah, tak lama kemudian Indi datang kerumah Mika dan langsung menuju kamar Mika, raut wajah yang bahagia mulai terlihat, Indi yang berbaring disebelah Mika dan memegang erat tangan Mika, mereka berdua memejamkan mata dan membayangkan didalam bayangan itu Indi berlari-lari dihamparan rumput yang hijau, kemudian muncul Mika yang berlari mengejar Indi dan menggendong Indi sambil tertawa riang....
Tak lama kemudian bayangan itu berlari kesebuah danau dimana Mika dan Indi dipertemukan, mereka berdua perlahan berjalan menuju danau itu dan Mika mencium Indi sambil menyelam didanau tersebut, tiba-tiba saat muncul dari air danau itu Indi sendirian dan tidak tahu dimana Mika....
Saat itulah Mika meninggal dunia dan memegang tangan Indi dengan tenang, Indi membuka matanya dan menangis histeris karena kepergian Mika.....

Dan Indi menjalani hari-harinya lebih semangat, karena Indi tidak mau mengecewakan Mika...
Kini indi menjadi desainer busana, dan orang tua Indi sanggat bangga kepadanya.....

Ok diary kita bisa ambil dari segi positif kisah nyata Mika dan Indi...
Jangan pantang menyerah melawan penyakit yang kita derita, dan jangan kucilkan mereka yang mengidap penyakit berbahaya tersebut, sesungguhnya kita makhluk ciptaan Tuhan yang tak sempurna, jadi lebih perdulilah terhadap mereka yang lemah, dan banyak lah beramal, karena kita tak tahu kapan maut menjemput kita.

Ok sampai jumpa diary....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar